About

Hell Yeah Pointer 6

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 09 Januari 2019

Mikroskop

Pengertian Mikroskop, Fungsi dan Bagiannya

Ketika belajar mengenai cahaya, maka penting pula bagi kita untuk mempelejari alat – alat yang juga bekerja berdasarkan prinsip cahaya. Alat yang bekerja dengan memanfaatkan prinsip cahaya ini biasa disebut sebagai alat optik. Jenis alat optik ada banyak, misalnya seperti mata manusia, lup, mikroskop dan lainnya.
Kali ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai salah satu alat optik saja, yakni mikroskop. Berikut disajikan mengenai apa pengertian mikroskop, fungsi mikroskopdan juga bagian -bagian mikroskop yang perlu diketahui.

Pengertian Mikroskop

Pengertian mikroskop bisa dipahami sebagai alat optik yang berguna untuk alat bantu dalam melihat dan mengamati benda -benda yang ukurannya sangat kecil sehingga tidak mampu dilihat dengan hanya mata telanjang. Jadi, secara sederhana mikroskop adalah alat bantu untuk melihat benda -benda berukuran sangat kecil, atau mikro.
Kata mikroskop sendiri berasal dari bahasa latin yakni “mikro” yang artinya kecil dan kata “scopein” yang artinya melihat. Jadi, mikroskop diartikan sebagai alat untuk melihat benda kecil. Benda -benda kecil tersebut dilihat dengan cara diperbesar ukuran bayangan benda tersebut hingga berkali-kali lipat dari ukuran sebenarnya.
Dengan mikroskop, bayangan benda mampu diperbesar hingga 40 kali, 100 kali, bahkan sampai 1000 kali lipat. Perbesaran yang semakin tinggi ini dapat semakin meningkat lagi seiring dengan teknologi yang juga semakin berkembang.
Bahkan, saat ini sudah ditemukan pula mikroskop electron yang cukup canggih. Mikroskop electron memiliki kemampuan luar biasa dalam memperbesar ukuran benda, yakni dengan skala hingga 1.000.000 kali ukuran benda yang sesungguhnya.
Penemu mikroskop adalah Anthony Van Leewenhoek. Penemuan mikroskop sangat membantu para peneliti dan para ilmuan untuk dapat mengamati objek mikroskopis. Secara terkhusus, ada pula cabang ilmu yang mempelajari objek -objek berkuran sangat kecil atau mikroskopik yang dilakukan dengan menggunakan mikroskop. Cabang ilmu tersebut adalah ilmu mikroskopi.

Fungsi Mikroskop

Telah disebutkan bahwa kehadiran mikroskop ini sangat membantu para peneliti dan ilmuan sebab fungsi mikroskop yang memang sangat besar. Fungsi mikroskop sendiri utamanya adalah untuk melihat serta mengamati objek -objek yang memiliki ukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat hanya dengan menggunakan mata telanjang.
Beberapa jenis mikroskop juga dibuat agar dapat mengamati objek dengan menghasilkan bayangan yang lebih detail. Namun, pada dasarnya fungsi mikroskop tetap menginduk pada fungsi utamanya untuk mengamati benda -benda kecil.

Bagian Bagian Mikroskop

Untuk bisa menjalankan perannya dalam memperbesar bayangan benda -benda kecil, mikroskop dibuat dengan berbagai bagian -bagiannya. Bagian -bagian mikroskop ini perlu kita ketahui agar kita bisa mengenal bagaimana mikroskop dapat berfungsi dan digunakan.
Secara umum, bagian mikroskop dibagi dalam dua kelompok, yakni bagian optik dan bagian non optik atau mekanik.
Bagian Bagian Mikroskop

Bagian – Bagian Optik Mikroskop

Pada bagian optik mikroskop, terdiri dari lensa okuler, lensa objektif, kondensor, diafragma, dan cermin. Berikut keterangannya.
  • Lensa Okuler, adalah lensa yang terdapat pada bagian ujung atas tabung mikroskop. Pada lensa okuler inilah, para pengamat melihat objek yang diperbesar bayangannya. Lensa okuler ini berperan dalam memperbesar kembali bayangan yang dihasilkan lensa objektif. Biasanya, lensa okuler mempunyai perbesaran 6, 10 atau 12 kali.
  • Lensa Objektif, adalah lensa yang berada dekat dengan objek yang diamati. Pada mikroskup umumnya terdapat 3 lensa objektif, yakni dengan kemampuan perbesaran 10, 40, atau 100 kali. Untuk menggunakan lensa objektif ini, terlebih dahulu pengamat harus mengoleskan minyak emersi pada bagian objek. Fungsi minyak emersi adalah sebagai pelumas serta memperjelas bayangan benda. Minyak ini diperlukan karena ketika dilakukan perbesaran 100 kali, letak lensa dan objek yang diamati sangat dekat, bahkan kadang bersentuhan.
  • Kondensor, adalah bagian mikroskop yang dapat diputar, baik naik atau turun. Fungsi kondensor adalah untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan memusatkannya ke objek.
  • Diafragma, adalah bagian yang fungsinya untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk dan mengenai preparat atau objek yang diamati.
  • Cermin, adalah bagian yang berfungsi untuk menerima dan mengarahkan cahaya yang diterima oleh mikroskop. Cermin mengarahkan cahaya dengan cara memantulkan cahaya yang didapatnya tersebut.

Bagian – Bagian Mekanik (Non-Optik) Mikroskop

  • Revolver, adalah bagian yang fungsinya untuk mengatur perbesaran lensa objektif yang diinginkan oleh pengamat.
  • Tabung Mikroskop, adalah bagian yang fungsinya untuk menghubungkan lensa objektif dan lensa okuler pada mikroskop.
  • Lengan Mikroskop, adalah bagian yang fungsinya sebagai tempat pengamat ketika memegang mikroskop.
  • Meja Benda, adalah bagian yang fungsinya untuk tempat meletakkan objek yang hendak diamati. Pada meja benda ini terdapat pula penjepit objek yang berguna untuk menjaga objek agar tetap ditempat yang diinginkan.
  • Makrometer (pemutar kasar), adalah bagian yang fungsinya untuk menaikkan atau menurunkan tabung dengan cepat, agar pengamat dapat mengatur kejelasan gambaran objek yang didapatkan.
  • Mikrometer (pemutar halus), adalah bagian yang fungsinya untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara lambat dan berguna untuk melakukan pengaturan agar mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
  • Kaki Mikroskop, adalah bagian mikroskop yang fungsinya sebagai penyangga untuk menjaga mikroskop agar tetap pada tempat yang diinginkan. Kaki mikroskop juga berguna sebagai tempat memegang mikroskop jika mikroskop hendak dipindahkan.

Macam – Macam Mikroskop

Berdasarkan pada sumber energi yang dimanfaatkan, mikroskop dibagi ke dalam dua jenis, yakni mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Berikut penjelasannya.

1. Mikroskop Cahaya

Sesuai namanya, Mikroskop cahaya adalah jenis mikroskop yang dapat digunakan dengan memanfaatkan cahaya sebagai sumber energinya. Pada mikroskop cahaya, digunakan lensa yang berperan untuk memusatkan cahaya ke objek yang hendak diamati. Cahaya yang digunakan sebagai sumber energi ini dapat berasal dari cahaya matahari atau pun dari cahaya lampu.
Mikroskop yang pertama kali ditemukan adalah jenis mikroskop cahaya ini. Mikroskop cahaya juga menjadi jenis mikroskop paling umum yang digunkaan di sekolah -sekolah di Indonesia sebagai alat belajar.
Mikroskop cahaya umumnya mempunyai tiga lensa objektif dengan masing -masingnya, mampu melakukan pembesaran lemah (4 atau 10 kali), pembesaran sedang (40 kali) dan pembesaran kuat (100 kali). Selain itu, ada juga lensa okuler dengan pembesaran 10 kali. Dengan bekal lensa tersebut, mikroskop cahaya umumnya mempunyai pembesaran maksimal 1000 kali dari ukuran sebenarnya.
Ada pula jenis mikroskop cahaya yang hanya mempunyai satu lensa okuler atau monokuler dan yang hanya mempunyai dua lensa okuler atau binokuler atau mikroskop stetero. Umumnya, mikroskop monokuler hanya dapat melihat panjang dan lebar dari objek saja. Sedangkan mikroskop binokuluer dapat melihat objek secara 3 dimensi, yakni secara panjang, lebar dan tinggi objek.

2. Mikroskop Elektron

Mikroskop Elektron bisa dikatakan sebagia penemuan mikroskop baru yang lebih canggih atau modern. Jenis mikroskop ini memanfaatkan elektron sebagai sumber energinya. Mikroskop Elektron menggunakan magnet sebagai pengganti lensa. Elekron inilah yang berguna untuk memusatkan sumber energi menuju objek yang diamati.
Dengan menggunakan mikroskop electron, bayangan objek yang diamati dapat diperbesar hingga satu juta kali ukuran objek sebenarnya. Bahkan, kemampuan memperbesar bayangan objek ini masih dapat terus berkembang seiring majunya teknologi yang ditemukan.
Mikroskop electron sendiri juga ada dua jenis, yakni Mikroskop Transmisi Elektron (TEM) dan Mikroskop Elektron Scanning. Mikroskop TEM cara kerjanya adalah dengan menembuskan elektron terhadap objek, sehingga gambaran bayangan objeknya terlihat pada layar. Sedangkan Mikroskop Elektron Scanning bekerja dengan menampilkan gambaran tiga dimensi dari objek. Mikroskop ini mampu memberikan gambaran permukaan, jaringan, dan struktur dari objek yang diamati.
https://portal-ilmu.com/pengertian-fungsi-bagian-mikroskop/

Kaca Pembesar (Lup)

Sebuah perangko di bawah kaca pembesar.
Lup, kaca pembesar atau suryakanta adalah sebuah lensa cembung yang mempunyai titik fokus yang dekat dengan lensanya. Benda yang akan diperbesar terletak di dalam titik fokus lup itu atau jarak benda ke lensa lup tersebut lebih kecil dibandingkan jarak titik fokus lup ke lensa lup tersebut. Bayangan yang dihasilkan bersifat tegak, nyata, dan diperbesar. Lup ditemukan oleh seorang dari Arab bernama Abu Ali al-Hasan Ibn Al-Haitham.

Menghitung jarak titik fokus suatu Lup[sunting | sunting sumber]

Titik fokus suatu lup menentukan perbesaran yang dihasilkan, oleh karena itu titik fokusnya adalah besaran yang perlu diketahui (lihat juga di bawah). Dalam penggunaan sehari-hari jarak titik fokus dari sebuah lup dapat ditentukan dengan percobaan sederhana cahaya dapat dikumpulkan di satu titik yang berjarak tertentu dari lensa lup. Apabila cahaya mencapai tingkat energi yang tinggi maka kertas, serpih kayu, atau lainnya dapat terbakar ketika diletakkan di bawah lup tersebut. Dalam hal ini cahaya dikumpulkan di sebuah titik yang disebut titik fokus atau titik api yang sifatnya maya atau semu bukan nyata atau di belakang lensa tersebut.
Metode lain yang lebih nyata untuk menentukan jarak titik fokus atau disebut juga Autoklimasi dapat menggunakan:

Pembesaran[sunting | sunting sumber]

  •  Perbesaran angular
  •  Sudut pandang tanpa Lup
  •  Sudut pandang dengan Lup
  •  Jarak pandang normal
  •  Besar objek
  •  Titik fokus
https://id.wikipedia.org/wiki/Lup

Kamera

Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk "ruang gelap", mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera potret.

    Sejarah[sunting | sunting sumber]

    Kamera berawal dari sebuah alat serupa yang dikenal dengan Kamera Obscura yang merupakan kotak kamera yang belum dilengkapi dengan film untuk menangkap gambar atau bayangan. Pada abad ke 16 Girolamo Cardano melengkapi kamera obscura dengan lensa pada bagian depan kamera obscura tersebut. Meski demikian, bayangan yang dihasilkan ternyata tidak tahan lama, sehingga penemuan Girolamo belum dianggap sebagai dunia fotografi. Pada tahun 1727 Johann Scultze dalam penelitiannya menemukan bahwa garam perak sangat peka terhadap cahaya namun dia belum menemukan konsep bagaimana langkah untuk meneruskan gagasannya.
    Foto tertua di dunia, Point de vue du Gras
    Pada tahun 1826, Joseph Nicepore Niepce mempublikasikan gambar dari bayangan yang dihasilkan kameranya, yang berupa gambaran kabur atap-atap rumah pada sebuah lempengan campuran timah yang dipekakan yang kemudian dikenal sebagai foto pertama. Kemudian, pada tahun 1839, Louis Daguerre mempublikasikan temuannya berupa gambar yang dihasilkan dari bayangan sebuah jalan di Paris pada sebuah pelat tembaga berlapis perak. Daguerre yang mengadakan kongsi pada tahun 1829 dengan Niepce meneruskan program pengembangan kamera, meski Niepce meninggal dunia pada 1833, mengembangkan kamera yang dikenal sebagai kamera daguerreotype yang dianggap praktis dalam dunia fotografi, dimana sebagai imbalan atas temuannya, Pemerintah Perancis memberikan hadiah uang pensiun seumur hidup kepada Daguerre dan keluarga Niepce. Kamera daguerreotype kemudian berkembang menjadi kamera yang dikembangkan sekarang.

    Komponen[sunting | sunting sumber]

    Sebuah kamera minimal terdiri atas:
    • Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)
    • Sistem lensa
    • Pemantik potret (shutter)
    • Pemutar film

    Sistem lensa[sunting | sunting sumber]

    Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam. Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer. Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan. Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah lensa zoom. Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto. Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak antara kedua lensa). Focal length memengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.

    Pemantik potret[sunting | sunting sumber]

    Tombol pemantik potret atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film.[1].
    Beberapa masyarakat awam menganggap kemampuan kamera sebanding dengan besarnya nilai maksimum shutter speed yang bisa digunakan.

    Bagian lain[sunting | sunting sumber]

    Bagian lain sebuah kamera, antara lain:
    1. Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek
    2. Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
    3. Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan
    4. lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.
    Beberapa kamera, terutama jenis kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.

    Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya[sunting | sunting sumber]

    Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).

    Kamera film[sunting | sunting sumber]

    Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.

    Jenis film[sunting | sunting sumber]

    Pembagian film berdasarkan ukuran:
    • Small format (35mm)
    • Medium format (100-120mm)
    • Large format
    Angka di atas berarti ukuran diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film harus menggunakan kamera yang berbeda pula.
    Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:
    • Film hitam putih
    • Film warna
    • Film positif
    • Film negatif
    • Film daylight
    • Film tungsten
    • Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)

    Kamera polaroid[sunting | sunting sumber]

    Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.

    Kamera digital[sunting | sunting sumber]

    Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda. Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.

    Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja[sunting | sunting sumber]

    Kamera single lens reflex[sunting | sunting sumber]

    Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.

    Kamera instan[sunting | sunting sumber]

    Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.

    Pembagian kamera berdasarkan teknologi viewfinder[sunting | sunting sumber]

    Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.

    Kamera saku[sunting | sunting sumber]

    Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan. Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela bidik (viewfinder) dengan lensa.

    Kamera TLR[sunting | sunting sumber]

    • Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.

    https://id.wikipedia.org/wiki/Kamera

    Alat Optik dalam Kehidupan Sehari Hari

    Alat-alat Optik dalam kehidupan sehari-hari


    Cermin dan lensa serta prinsip kerjanya memberikan sarana pemahaman bagi pemanfaatannya untuk mempermudah dan membantu kehidupan manusia. Alat-alat yang bekerja berdasarkan prinsip optik (cermin dan lensa) digolongkan sebagai alat optik.
    Benda optik adalah benda yang menggunakan lensa optik untuk melakukan fungsinya dalam membantu kegiatan tertentu. Lensa optik bisa terbuat dari bahan kaca, plastik, fiber, dan lain sebagainya. Berikut di bawah ini merupakan arti definisi / pengertian dari beberapa benda / alat optik yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
    1.      Mata                                                        
    Salah satu alat optik alamiah yang merupakan salah satu anugerah dari Sang Pencipta adalah mata. Di dalam mata terdapat lensa kristalin yang terbuat dari bahan bening, berserat, dan kenyal. Lensa kristalin atau lensa mata berfungsi mengatur pembiasan yang disebabkan oleh cairan di depan lensa. Cairan ini dinamakanaqueous humor. Intensitas cahaya yang masuk ke mata diatur oleh pupil.

    Cahaya yang masuk ke mata difokuskan oleh lensa mata ke bagian belakang mata yang disebut retina. Bentuk bayangan benda yang jatuh di retina seolah-olah direkam dan disampaikan ke otak melalui saraf optik. Bayangan inilah yang sampai ke otak dan memberikan kesan melihat benda kepada mata. Jadi, mata dapat melihat objek dengan jelas apabila bayangan benda (bayangan nyata) terbentuk tepat di retina.
    Daya Akomodasi Mata.
    Perlu diket
    ahui bahwa jarak antara lensa mata dan retina selalu tetap. Sehingga dalam melihat benda-benda pada jarak tertentu perlu mengubah kelengkungan lensa mata. Untuk mengubah kelengkungan lensa mata, yang berarti mengubah jarak titik fokus lensa merupakan tugas otot siliar. Hal ini dimaksudkan agar bayangan yang dibentuk oleh lensa mata selalu jatuh di retina. Pada saat mata melihat dekat lensa mata harus lebih cembung (otot-otot siliar menegang) dan pada saat melihat jauh lensa harus lebih pipih (otot-otot siliar mengendor). Peristiwa perubahan-perubahan ini disebut daya akomodasi.
    Daya akomodasi (daya suai) adalah kemampuan otot siliar untuk menebalkan atau memipihkan kecembungan lensa mata yang disesuaikan dengan dekat atau jauhnya jarak benda yang dilihat.
    Manusia memiliki dua batas daya akomodasi (jangkauan penglihatan) yaitu :
    1. titik dekat mata (punctum proximum) adalah jarak benda terdekat di depan mata yang masih dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal (emetropi) titik dekatnya berjarak 10cm s/d 20cm (untuk anak-anak) dan berjarak 20cm s/d 30cm (untuk dewasa). Titik dekat disebut juga jarak baca normal.
    2. titik jauh mata (punctum remotum) adalah jarak benda terjauh di depan mata yang masih dapat dilihat dengan jelas. Untuk mata normal titik jauhnya adalah “tak terhingga”.
    contoh contoh alat optik:
    1.kamera
    2.Lup
    3.Mikroskop
    4.Teleskop

    http://chemistryinheart.blogspot.com/2012/05/alat-alat-optik-dalam-kehidupan-sehari.html

    Indra Pengelihatan Pada Serangga

    Serangga dalam bahasa latin disebut dengan Insectum yang artinya trpotong menjadi bagian-bagian yang disebut dengan serangga. Ukuran dari tubuh serangga sendiri bermacam-macam, dengan panjangnya 2-40 mm. Ada juga serangga dengan ukuran mikroskopis dan ada juga yang mempunyai ukuran panjang sampai 260mm, contohnya seperti Phobaeticus serratipes , tubuh serangga sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu kepala (kaput), dada (toraks), serta perut (abdomen).

    Beberapa ciri hewan serangga antara lain tubuhnya dibedakan menjadi 3 yaitu kepala, dada dan juga perut. Alat mulutnya digunakan untuk menggigit, mengunyah, menghisap, dan menjilat. Bentuk kakinya berubah sesuai dengan fungsinya. Pada kepalanya terdapat satu pasang mata facet (majemuk), mata tunggal (occellus), dan satu pasang antena yang digunakan sebagai alat peraba Tempat hidupnya di darat dan air tawar

    Alat pencernaannya terdiri dari mulut, kerongkongan, tembolok, lambung, usus, rectum, serta anus Pada bagian mulut terdiri dari rahang belakang (mandibular), rahang depan (maksila), serta bibir atas (labrum), dan bibir bawah (labium) Sistem pernapasannya dengan sistem trachea
    Serangga
    Serangga memililiki peran yang sangat besar bagi manusia tetapi ada juga yang bisa merugikan untuk manusia antara lain yaitu:
    1. Serangga yang menguntungkan Serangga yang sangat menguntungkan terutama dari golongan kupu-kupu dan juga lebah sangat bermanfaat sekali bagi petani karena bisa membantu dalam proses penyerbukan Bungan Serangga seperti lebah bisa menghasilkan madu. Di dalam bidang industri kupu-kupu, ulat sutera yang membuat kepompong bisa menghasilkan sutra.
    2. Serangga yang merugikan. Beberapa jenis serangga dapat merugikan manusia. Beberapa serangga dapat merusak tanaman yang dibudidayakan oleh manusia, contohnya belalang, dan ular. Serangga juga dapat merusak bahan bangunan contohnya kumbang kayu dan rayap. Selain itua ada beberapa jenis serangga yang bisa menularkan beberapa macam penyakit contohnya lalat, tikus, dan kecoak

    Proses Penglihatan Pada Mata Serangga
    Mata pada serangga memiliki struktur yang khas. Tidak seperti pada mata manusia yang disusun oleh sebuah lensa, mata serangga tersusun puluhan hingga ratusan lensa. Oleh karenanya mata serangga dikenal dengan istilah mata majemuk. Sebagian serangga bisa melihat pada jangkauan yang sangat lebar hingga 3600, hal ini karena seluruh bagian kepala terdapat susunan lensa. Di samping itu mata serangga juga mampu melihat gerakan yang sangat cepat sehingga ia mampu menghindar dari bahaya dan atau menangkap mangsa dengan lincah.

    Masing-masing mata serangga tersebut disebut omatidium (jamak: omatidia). Masing-masing omatidium berfungsi sebagai reseptor penglihatan yang terpisah. Setiap omatidium terdiri atas beberapa bagian, di antaranya berikut ini. (1) Lensa, permukaan depan lensa merupakan satu faset mata majemuk. (2) Kerucut kristalin, yang tembus cahaya. (3) Sel-sel penglihatan, yang peka terhadap adanya cahaya. (4) Sel-sel yang mengandung pigmen, yang memisahkan omatidia dari omatidia di sekelilingnya..

    Mata Serangga
    Setiap omatidium akan menyumbangkan informasi penglihatan dari satu daerah objek yang dilihat serangga, dari arah yang berbeda-beda. Bagian omatidia yang lain akan memberikan sumbangan informasi penglihatan pada daerah lainnya. Gabungan dari gambar-gambar yang dihasilkan dari setiap omatidium merupakan bayangan mosaik, yang menyusun seluruh pandangan serangga.

    Sebagai contoh, mata lalat rumah terdiri atas 6000 bentuk mata yang ditata dalam segi enam (omatidium). Setiap omatidium dihadapkan ke arah yang berbeda-beda, seperti ke depan, belakang, bawah, atas, dan ke setiap sisi, sehingga lalat dapat melihat ke mana-mana. Dengan demikian, lalat dapat mengindera dalam daerah penglihatan dari semua arah.

    Pada setiap omatidium, terdapat delapan neuron sel saraf reseptor (penerima cahaya), sehingga secara keseluruhan terdapat sekitar 48.000 sel pengindera di dalam matanya. Dengan kelebihannya tersebut, mata lalat dapat memproses hingga seratus gambar per detik.


    http://khalifiyah.blogspot.com/2018/05/indra-penglihatan-pada-mata-serangga.html