About

Hell Yeah Pointer 6

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 9. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 9. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2019

Biang Keringat

Apa itu biang keringat?

Biang keringat, atau juga dikenal dengan miliaria, adalah jenis ruam kulit yang terjadi saat keringat, sel kulit mati, atau bakteri terperangkap di bawah kulit, atau saat kelenjar keringat tersumbat. Biang keringat biasanya muncul pada leher, bahu, dada dan area di sekitar ketiak, siku, dan pangkal paha.
Biang keringat biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun pada kasus yang serius, biang keringat dapat mengganggu mekanisme regulasi panas pada tubuh.

Seberapa umumkah biang keringat?

Siapapun dapat mengalami biang keringat. Bayi dan anak-anak dapat mengalami biang keringat saat cuaca panas atau lembap, karena kelenjar keringat masih belum terbentuk sempurna. Biang keringat dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala biang keringat?

Gejala-gejala umum dari biang keringat adalah:
  • Benjolan-benjolan dan lenting yang merah dan kecil pada kulit
  • Pembengkakan ringan
  • Gatal-gatal
  • Sensasi perih atau tertusuk-tusuk secara intens.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Biang keringat biasanya menghilang dalam beberapa hari, namun dapat mempengaruhi regulasi panas pada tubuh. Anda harus menghubungi dokter apabila Anda mengalami:
  • Area yang terpengaruh terasa sangat sakit atau bengkak
  • Lenting mengandung terlalu banyak nanah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada ketiak, leher atau pangkal paha
  • Demam atau menggigil.
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab biang keringat?

Biang keringat terjadi saat suhu panas dan lembap. Kondisi ini terjadi apabila Anda tinggal atau berpergian ke negara-negara tropis atau mengenakan pakaian yang membuat kulit tidak dapat bernapas. Biang keringat biasanya akan lebih parah pada area yang tertutup. Pada beberapa kasus, orang dapat mengalami biang keringat saat musim dingin karena pakaian yang digunakan.
Pada orang dewasa, keringat berlebih dapat membuat pori-pori dan kelenjar keringat bekerja berlebih dan tersumbat. Keringat yang tersumbat membuat iritasi kulit dan biang keringat. Pada anak-anak, kelenjar keringat mereka masih belum terbentuk dengan sempurna dan mudah pecah, menyebabkan keringat terperangkap di bawah kulit.
Memiliki berat badan berlebih atau obesitas dapat menyebabkan keringat berlebih. Olahraga dan bed rest yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan biang keringat.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk biang keringat?

Ada banyak faktor risiko untuk biang keringat, yaitu:
  • Bayi yang baru lahir lebih mudah mengalami biang keringat selama 1 minggu pertama.
  • Orang yang tinggal di daerah dengan iklim tropis lebih mudah mengalami biang keringat.
  • Aktivitas fisik yang berlebih tanpa pakaian yang sesuai.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana biang keringat didiagnosis?

Biang keringat dapat didiagnosis dengan melihat tampilan kulit.

Apa saja pengobatan untuk biang keringat?

Biang keringat biasanya akan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi biang keringat adalah menghindari panas, lembap, mengenakan pakaian katun yang longgar, dan kurangi berkeringat.
Anda juga dapat menggunakan pengobatan untuk meredakan rasa gatal. Beberapa obat adalah: losion calamine, krim hydrocortisone, tablet antihistamin dan steroid topikal. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan pengobatan yang memerlukan resep.
https://hellosehat.com/penyakit/biang-keringat-2/

Jerawat

Jerawat
Akne-jugend.jpg
Jerawat di dahi seorang remaja berusia 14 tahun dalam masa pubertas.
Klasifikasi dan rujukan luar
SpesialisasiDermatologi, family medicine[*]
ICD-10L70.0
ICD-9-CM706.1
DiseasesDB10765
MedlinePlus000873
eMedicinederm/2
Patient UKJerawat
MeSHD000152
Jerawat adalah suatu keadaan di mana pori-pori kulit tersumbat sehingga menimbulkan kantung nanah yang meradang.[1] Jerawat adalah penyakit kulit yang cukup besar jumlah penderitanya.[2] Kligmann, seorang peneliti masalah jerawat ternama di dunia berpendapat,"Tak ada satu orang pun di dunia yang melewati masa hidupnya tanpa sebuah jerawat di kulitnya."[2] Kemungkinan penyebabnya adalah perubahan hormonal yang merangsang kelenjar minyak di kulit.[1] Perubahan hormonal lainnya yang dapat menjadi pemicu timbulnya jerawat adalah masa menstruasi, kehamilan, pemakaian pil KB, dan stres.[1]

    Penyebab[sunting | sunting sumber]

    Produksi minyak berlebihan[sunting | sunting sumber]

    Jerawat tidak selalu muncul karena kotor, melainkan lebih disebabkan faktor dari dalam tubuh.[3] Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceus gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.[4] Penyebab jerawat yang paling umum adalah hormon, tumpukan minyak atau sebum di kulit berkolaborasi dengan bakteri.[3]

    Sel-sel kulit mati[sunting | sunting sumber]

    Umumnya, jerawat disebabkan oleh kelebihan kelenjar minyak karena giat diproduksi hormon androgen.[3] Jerawat timbul karena kelenjar minyak yang berlebih tersebut bercampur dengan sel kulit mati.[3] Ketika sel-sel kulit itu bercampur dengan jumlah debu atau kotoran yang sudah meningkat itu, campuran yang tebal dan lengket itu dapat membentuk penyumbat yang menjadi bintik hitam atau putih.[5] Banyak yang beranggapan, bahwa jerawat hanya menyerang muka, tetapi jerawat bisa juga menyerang bagian tubuh lain, seperti di bagian punggung, dada dan lengan atas.[4]

    Bakteri[sunting | sunting sumber]

    Yang membuat masalah semakin rumit, bakteri biasanya ada di kulit, yang disebut P. acne, yang cenderung berkembang biak di dalam kelenjar sebaceous yang tersumbat, yang menghasilkan zat-zat yang menimbulkan iritasi daerah sekitarnya.[5] Kelenjar tersebut terus membengkak, dan mungkin akan pecah, kemudian menyebarkan radang ke kulit daerah sekitarnya.[5] Inilah yang menyebabkan jerawat batu jenis yang paling mungkin, yaitu meninggalkan pigmentasi jangka panjang dan bekas luka seperti cacar yang permanen.[5]

    Kosmetik[sunting | sunting sumber]

    Penyumbatan pori-pori seringkali terjadi oleh penggunaan kosmetik yang mengandung banyak minyak atau penggunaan bedak yang menyatu dengan foundation. Foundation yang terkandung pada bedak menyebabkan bubuk bedak mudah menyumbat pori-pori.

    Obat-obatan[sunting | sunting sumber]

    Konsumsi obat kortikosteroid, baik oral (obat minum) maupun topical (obat oles), yang mengakibatkan daya tahan tubuh menurun, juga meningkatkan potensi timbulnya jerawat karena aktivitas bakteri patogen yang meningkat.

    Telepon Genggam[sunting | sunting sumber]

    Permukaan telepon genggam bisa jadi media subur untuk tumbuhnya bakteri. Untuk mencegahnya, bersihkan permukaan telepon secara rutin dengan alkohol, dan usahakan jangan menempelkan telepon genggam ke pipi ketika menelepon.

    Stres[sunting | sunting sumber]

    sebenarnya, stres tidak secara langsung menyebabkan jerawat. Masalahnya, ada hormon tertentu yang keluar saat seseorang stres, yang memungkinkan tumbuhnya jerawat. Tak hanya itu, stres membuat orang tersebut mempunyai pola makan yang cenderung banyak mengkonsumsi makanan manis dan berlemak, sebagai "pelarian" dari stres.

    Jenis[sunting | sunting sumber]

    Komedo sebenarnya adalah pori-pori yang tersumbat, bisa terbuka atau tertutup. Komedo yang terbuka (blackhead), terlihat seperti pori-pori yang membesar dan menghitam. Komedo yang tertutup (whitehead)memiliki kulit yang tumbuh di atas pori-pori yang tersumbat sehingga terlihat seperti tonjolan putih kecil. Jerawat jenis komedo ini disebabkan oleh sel-sel kulit mati dan sekresi kelenjar minyak yang berlebihan pada kulit.
    • Jerawat biasa.[4]
    Jenis jerawat ini mudah dikenal, tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Terjadi karena pori-pori yang tersumbat terinfeksi oleh bakteri jenis propionibacterium acne. Bakteri ini biasanya hidup di saluran kelenjar sebaceous yang tersumbat, yaitu di daerah tempat beradanya asam lemak pada kantung kelenjar sebaceous yang tersembunyi di dalam pori-pori kulit. Diberi nama propionibacterium karena mampu memproduksi asam propionik (propionic acid). Bakteri ini merupakan jenis anaerobik sehingga dapat hidup tanpa butuh oksigen, dan mempunyai ciri-ciri aerotolerant yang menimbulkan iritasi pada daerah sekitarnya. Bakteri yang menginfeksi bisa dari waslap, kuas make up, jari tangan, juga telepon. Stres, hormon dan udara yang lembap, dapat memperbesar kemungkinan terbentuknya jerawat.
    • Jerawat batu (Cystic acne).[4]
    Cystic acne adalah jerawat yang besar-besar, dengan peradangan hebat, berkumpul diseluruh muka. Penderita cystic acne biasanya juga memiliki keluarga dekat yang menderita jerawat jenis ini. Secara genetikpenderitanya memiliki:
    1. Kelenjar minyak yang over aktif yang membanjiri pori-pori dengan kelenjar minyak,
    2. Pertumbuhan sel-sel kulit yang tidak normal yang tidak bisa beregenerasi secepat kulit normal
    3. Memiliki respon yang berlebihan terhadap peradangan sehingga meninggalkan bekas di kulit

    https://id.wikipedia.org/wiki/Jerawat

    Kanker Ginjal

    Apa itu kanker ginjal?

    Kanker ginjal adalah kanker yang berasal dari dalam ginjal. Ginjal terdiri dari dua bagian organ terpisah yang berbentuk seperti kacang, masing-masing ginjal seukuran kepalan tangan Anda. Ginjal berada di dalam perut bagian bawah, dengan satu ginjal di sisi sebelah kanan dan kiri tulang belakang. Ginjal adalah bagian dari organ saluran kandung kemih. Ginjal memproduksi air seni dengan membuang sampah hasil pencernaan makanan dan kelebihan cairan dari darah Anda.
    Sel renal karsinoma adalah salah satu jenis dari kanker ginjal. Kanker sel renal karsinoma ini meliputi 90% sampai 95% dari semua kasus penderita kanker ginjal, tapi kanker ini tidak sering terjadi (terjadi kepada 1 dari 10.000 orang setiap tahun). Jenis kanker ginjal lain yang umum terjadi antara lain:
    • Karsinoma sel transisi. Terjadi di setiap 100 kasus kanker ginjal, sekitar 5 sampai 10 kasus di antaranya adalah karsinoma sel transisi, seringkali dikenal sebagai urothelial karsinomas
    • Tumor Wilms (nephroblastoma). Tumors Wilms hampir selalu terjadi kepada anak-anak. Kanker ginjal jenis ini sangat jarang menyerang orang dewasa.
    • Renal sarkoma. Renal sarkoma adalah kanker ginjal yang jarang terjadi yang mulai menyerang dari pembuluh darah atau jaringan ikat ginjal. Kasus kanker jenis ini kurang dari 1% dari seluruh jenis kanker ginjal

    Seberapa umumkah kanker ginjal?

    Kanker ginjal adalah penyakit yang bisa dialami pria dan wanita di semua kalangan usia. Namun, penyakit ini lebih sering terjadi kepada wanita daripada pria. Kanker ini bisa dikendalikan dengan mengurangi faktor pemicu kanker dari dalam diri Anda. Diskusikan secara rutin dengan dokter untuk informasi lebih mendalam.

    Tanda-tanda & gejala

    Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker ginjal?

    Gejala awal penyakit kanker ginjal mungkin saja tidak terdeteksi. Namun, seiring dengan berkembangnya tumor, gejala mungkin dapat dideteksi dari:
    Terdapat beberapa ciri dan gejala umum yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda merasa khawatir tentang gejala kanker ginjal yang Anda rasakan, konsultasikan dengan dokter Anda.

    Kapan saya harus periksa ke dokter?

    Hubungi dokter jika Anda melihat darah di dalam air seni Anda atau ketika Anda merasakan nyeri atau mengalami pembengkakan di daerah sekitar perut Anda. Gejala-gejala tersebut mungkin saja disebabkan oleh penyakit lain. Jika Anda merasakan ciri atau gejala seperti yang telah disebutkan di atas atau memiliki pertanyaan tentang kanker ginjal, konsultasikan hal tersebut dengan dokter.

    Penyebab

    Apa penyebab kanker ginjal?

    Ketika Anda divonis menderita kanker ginjal, Anda pasti bertanya-tanya mengenai apa penyebab terjadinya kanker ginjal. Para dokter umumnya tidak dapat menjelaskan kenapa seseorang menderita penyakit kanker ginjal sedangkan orang lain tidak terkena penyakit tersebut.
    Namun, penelitian telah menemukan riwayat lain yang mungkin dapat menyebabkan kanker ginjal. Beberapa faktor yang mungkin jadi penyebab kanker ginjal adalah:
    • Obesitas
    • Tekanan darah tinggi
    • Riwayat keluarga. seseorang dengan anggota keluarga yang pernah menderita kanker ginjal memiliki risiko lebih besar untuk terkena penyakit tersebut. Beberapa kondisi kesehatan tertentu yang ada di dalam keluarga juga dapat meningkatkan risiko kanker ginjal.

    Faktor-faktor risiko

    Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker ginjal?

    Beberapa faktor penyebab kanker ginjal adalah:
    • Merokok
    • Obesitas
    • Tekanan darah tinggi
    • Faktor genetik keluarga atau sindrom Von Hippel-Lindau (VHL).

    Obat & Pengobatan

    Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

    Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker ginjal?

    Pengobatan yang paling sering dilakukan adalah dengan melakukan operasi untuk pengangkatan ginjal (nephrectomy). Yang diangkat melalui operasi bisa jadi seluruh ginjal, kelenjar adrenal, jaringan ikat sekitar ginjal, atau kelenjar getah bening.
    Sebuah prosedur yang disebut dengan arterial embolization juga dapat digunakan untuk mengecilkan tumor. Prosedur ini menghalang pembuluh darah utama mengalirkan darah ke ginjal sehingga tumor tidak mendapatkan oksigen yang dibawa oleh darah dan zat lain yang dibutuhkan tumor untuk berkembang.
    Terapi radiasi (atau radioterapi) menggunakan energi radiasi tinggi untuk membunuh sel kanker. Terapi ini juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit (sebagai terapi penghilang rasa sakit) ketika kanker ginjal menyebar sampai ke tulang.
    Kemoterapi (obat-obatan untuk membunuh sel kanker) biasanya tidak terlalu ampuh untuk melawan kanker ginjal.
    Immunoterapi melibatkan penggunaan dari protein hewan seperti interferon, sunitinib, dan bevacizumab. Pengobatan ini adalah pengobatan paling mutakhir yang telah menunjukan bebarapa keberhasilan di dalam dunia pengobatan paling maju untuk melawan kanker ginjal.

    https://hellosehat.com/penyakit/kanker-ginjal/

    Diabetes Insipidus

    Apa itu diabetes insipidus?

    Diabetes insipidus adalah kondisi yang menyebabkan seringnya frekuensi buang air kecil dan rasa haus yang berlebihan. Diabetes insipidus dapat membuat tidur malam Anda terganggu dan dapat menyebabkan mengompol. Gejalanya mirip dengan diabetes melitus namun penyebabnya berbeda. Diabetes melitus disebabkan karena masalah insulin dan kadar gula darah yang tinggi sedangkan diabetes insipidus dipengaruhi kerja ginjal Anda terhadap urin. Keduanya tidak berhubungan.

    Seberapa umumkah diabetes insipidus?

    Diabetes insipidus adalah kondisi jarang terjadi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan dan dapat terjadi di semua usia, termasuk pada anak-anak. Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risikonya. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

    Tanda-tanda & gejala

    Apa saja tanda-tanda dan gejala diabetes insipidus?

    Diabetes insipidus punya gejala yang umum terjadi, salah satunya yaitu seringnya frekuensi buang air kecil dan rasa haus yang berlebihan. Namun, gejala lain juga dapat terjadi lain dapat berupa:
    • Urin tampak encer dan pudar
    • Sering kencing saat malam hari
    • Mengompol
    Beberapa gejala dan tanda pada bayi dan anak yaitu:
    • Demam, muntah atau diare
    • Popok basah yang tidak biasa
    • Pertumbuhan yang terlambat
    • Penurunan berat badan;
    • Rewel tidak beralasan atau terus menangis bila terjadi pada anak-anak
    • Kulit kering dan tubuh terasa dingin.
    Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

    Kapan saya harus periksa ke dokter?

    Anda harus menghubungi dokter bila Anda sering buang air kecil dan merasa haus yang berlebihan. Kondisinya dapat bervariasi pada banyak orang.selalu diskusikan dengan dokter Anda untuk melakukan metode diagnostik dan terapi yang paling tepat untuk Anda.
    Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

    Penyebab

    Apa penyebab diabetes insipidus?

    Diabetes insipidus adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh masalah pada kelenjar hipofisis atau ginjal Anda.
    Normalnya, tubuh Anda dapat mengatur keseimbangan antara cairan yang Anda minum dan banyak urin yang Anda produksi. Ginjal Anda mengeluarkan cairan yang berlebih dalam bentuk urin, yang disimpan sementara dalam kandung kemih.
    Saat Anda sedang dehidrasi, kelenjar hipofisis Anda mengeluarkan hormon anti-diuretik (ADH) ke ginjal untuk menahan cairan dan mengurangi produksi urin. ADH, atau disebut juga vasopresin, dibuat di hipotalamus dan disimpan di kelenjar hipofisis.
    Ada beberapa bentuk diabetes insipidus berdasarkan penyebabnya, seperti:
    • Diabetes insipidus sentral. Ini disebabkan karena adanya kerusakan kelenjar hipotalamus atau hipofisis. Hal ini menyebabkan gangguan penyimpanan dan pengeluaran ADH. Kerusakan ini dapat terjadi akibat operasi, tumor, meningitis, kelainan genetik atau trauma kepala.
    • Diabetes insipidus nefrogenik. Biasanya disebabkan karena adanya kelainan pada tubulus ginjal (di mana air dikeluarkan dan dipertahankan). Kondisi ini dapat disebabkan oleh kelainan genetik atau penyakit ginjal kronik. Terdapat beberapa obat yang dapat menyebabkan kerusakan tubulus ginjal. Obat ini misalnya lithium dan demeclocycline.
    • Diabetes insipidus gestasional. Diabetes ini terjadi selama kehamilan dan hanya sementara.
    • Polidipsia primer. Kondisi ini, disebut juga diabetes insipidus dipsogenik atau polidipsia psikogenik, yang disebabkan karena konsumsi cairan yang berlebihan. Hal ini tidak berhubungan dengan masalah produksi atau respon ADH.

    Faktor-faktor risiko

    Apa yang meningkatkan risiko saya untuk diabetes insipidus?

    Diabetes insipidus adalah kondisi yang punya banyak faktor risiko, yaitu:
    • Jenis kelamin. Diabetes insipidus lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding wanita.
    • Faktor genetik. Anda lebih berisiko jika orangtua Anda menderita diabetes insipidus.

    Obat & Pengobatan

    Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

    Apa saja pilihan pengobatan saya untuk diabetes insipidus?

    Pilihan terapi diabetes insipidus tergantung pada kondisi Anda atau penyebabnya. Beberapa pilihan terapi yang dapat diberikan yaitu:
    • Terapi desmopresin. Biasanya dokter Anda akan meresepkan hormon sintetik yang disebut desmopresin jika penyebabnya adalah kurangnya ADH. Obat ini tersedia dalam bentuk semprot hidung, tablet oral, atau injeksi. Terapi ini merupakan terapi terbaik untuk diabetes insipidus sentral.
    • Terapi diuretik. Terapi ini digunakan untuk diabetes insipidus nefrogenik. Nama obatnya yaitu hidroklorotiazid. Obat ini dapat dikonsumsi tunggal atau kombinasi dengan obat lain. Dokter Anda dapat menyarankan diet rendah garam
    • Mengobati penyebab. Jika gejala Anda akibat obat, dokter Anda akan mengubah obat-obatan Anda ke alternatif obat lain. Jika kondisi Anda akibat gangguan mental, dokter Anda akan mengobatinya terlebih dahulu. Selain itu, jika penyebabnya adalah tumor, dokter Anda akan mempertimbangkan untuk mengambil tumor tersebut
    https://hellosehat.com/penyakit/diabetes-insipidus/

    Hematuria

    Apa itu hematuria?

    Hematuria adalah kondisi terdapatnya sel darah merah pada urin. Hematuria dapat menjadi pertanda dari beberapa gangguan pada tubuh Anda. Ada dua jenis hematuria: darah pada urin dapat terlihat dengan mata normal (gross hematuria), atau hanya terlihat di bawah mikroskop (hematuria mikroskopik).

    Seberapa umumkah hematuria?

    Hematuria adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Kondisi ini lebih banyak menyerang wanita daripada pria, dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Hematuria dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

    Tanda-tanda & gejala

    Apa saja tanda-tanda dan gejala hematuria?

    Gejala yang terlihat pada hematuria adalah urin yang berwarna merah muda, merah, atau kecoklatan seperti teh atau cola. Namun jika terdapat gumpalan darah pada urin, akan terasa sakit dan nyeri.
    Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

    Kapan saya harus periksa ke dokter?

    Jika Anda melihat warna yang tidak biasa pada urin atau memiliki pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

    Penyebab

    Apa penyebab hematuria?

    Ada banyak faktor yang menyebabkan adanya darah pada urin:
    • Infeksi saluran kemih: bakteri dapat masuk ke tubuh melalui uretra dan tinggal di kandung kemih Anda, menyebabkan infeksi saluran kemih.
    • Infeksi ginjal: saat bakteri masuk ke dalam ginjal dari aliran darah atau naik dari ureter ke ginjal, infeksi ginjal dapat terjadi. Tanda-tanda dan gejala sering kali menyerupai infeksi kemih, namun dapat menyebabkan demam dan nyeri panggul.
    • Batu kandung kemih atau batu ginjal: kristal dapat terbentuk pada dinding ginjal atau kandung kemih sebagai akibat pengendapan mineral pada urin. Kemudian, kristal bertransformasi menjadi batu-batu kecil yang umumnya tidak menyakitkan dan mungkin tidak Anda sadari kecuali ketika batu menyebabkan penyumbatan atau batu keluar saat berkemih. Batu kandung kemih atau batu ginjal dapat menyebabkan perdarahan saat buang air kecil.
    • Pembengkakan prostat: pembengkakan prostat dapat menekan uretra, yang dapat menghambat aliran urin.
    • Penyakit ginjal: glomerulonefritis menyebabkan peradangan pada sistem penyaringan ginjal yang dapat menyebabkan hematuria mikroskopik.
    • Kanker: perdarahan urin yang terlihat dapat menjadi tanda lanjut dari metastasis ginjal, kanker kandung kemih atau kanker prostat.
    • Cedera ginjal: dampak pada ginjal akibat kecelakaan atau kontak olahraga dapat menyebabkan gross hematuria.
    • Obat-obatan: obat anti kanker cyclophosphamide (Cytoxan) dan penicillin dapat menyebabkan perdarahan pada urin.

    Faktor-faktor risiko

    Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hematuria?

    Ada banyak faktor risiko untuk hematuria, yaitu:
    • Anda berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki pembesaran kelenjar prostat
    • Anda mengalami peradangan ginjal akibat infeksi virus atau bakteri
    • Anda memiliki sejarah keluarga terhadap penyakit ginjal
    • Anda mengonsumsi aspirin, penawar rasa sakit nonsteroidal anti–inflammatory dan antibiotik dalam jangka panjang
    • Anda melakukan aktivitas yang berat

    Obat & Pengobatan

    Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

    Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hematuria?

    Perawatan tergantung pada hasil diagnosis, karena hematuria hanya merupakan pertanda, bukan penyakit utama. Selain itu, dokter dapat membantu meringankan gejala dengan memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi saluran kemih.
    Jika Anda memiliki batu kandung kemih atau batu ginjal, dokter akan merekomendasi terapi gelombang shock. Cara ini adalah cara yang paling umum dan efektif dalam mengangkat batu ginjal.

    https://hellosehat.com/penyakit/hematuria/

    Albuminuria

    Albuminuria adalah simtoma terdapatnya sejumlah konsentrasi albumin di dalam urin. Albumin yang mencapai ginjal melalui pembuluh darah pada umumnya akan mengalami filtrasi pada glomerulus dan diserap kembali oleh tubula proksimal menuju sirkulasi darah. Laju albumin yang terlepas dari penyerapan proksimal ke dalam urin, yang melebihi 150 miligram/24 jam telah dianggap secara medis sebagai patologis.[1]
    Walaupun dropsy atau anasarca telah dikenali sejak berabad yang lalu, pada tahun yang pasti 1827 Richard Bright pertama kali mengemukakan bahwa beberapa kasus edema disebabkan oleh adanya penyakit pada ginjal, yang kemudian dikenal sebagai penyakit Bright. Diagnosis edema yang menyatakan ginjal sebagai asal usul edema kemudian didasarkan pada adanya konsentrasi albumin di dalam urin. Di dalam catatannya, Reports of medical cases with a view of illustrating the symptoms and cure of diseases by a reference to morbid anatomy, Richard Bright menunjukkan pertamakalinya bahwa pemanasan urin dengan menggunakan sendok teh akan menghasilkan formasi sejenis protein serupa putih telur yang disebut "albumen", yang sekarang disebut albumin.
    Beberapa istilah digunakan untuk menyatakan klasifikasi albuminuria antara lain adalah albuminuria-mikro jika laju ekskresi albumin ke dalam urin antara 2 hingga 200 mikrogram/menit[2] atau 30 hingga 300 miligram/24 jam,[3] dan disebut albuminuria-makro setelah laju ekskresi tersebut melebihi nilai 200 mikrogram/menit,[2] kemudian disebut proteinuria saat rasio albumin terhadap kreatinina lebih besar daripada 30 miligram/mmol[4]dengan laju ekskresi melebihi 0,5 gram per 24 jam.[2] Proteinuria yang disertai dengan hipertensi berakibat pada nefropati diabetik.[5] Pada hewan anjing, hal ini merupakan komplikasi jangka panjang dari simtoma hiperkortisolisme dan hiperadrenokortisisme.[6]
    Proteinuria juga dapat dikategorikan dengan asal-mula "glomerular" selain "tubular", yang disebabkan oleh meningkatnya permeabilitas glomerular terhadap molekul makro. Peningkatan dapat terjadi pada lapisan glomerular yang dibentuk podosit atau sel mesangial, maupun pada lapisan endotelial renal yang disebut membran dasar glomerular.[7] Enzim heparanase diketahui juga menyebabkan degradasi pada membran tersebut.[8]
    Pada lintasan podosit, TGF-β1, sebuah sitokina fibrogenik selalu mengalami peningkatan saat ginjal meradang.[9] TGF-β1 kemudian menekan protein diafragma pada celah podosit seperti P-cadherin, zonula occludens-1, dan nefrin. Sementara itu, TGF-β1 juga menginduksi ekspresi protein filamen seperti desmin, fibronektin dan kolagen-1, dan menstimulasi sekresi enzim MMP-9 oleh podosit. Sinergi endokrin dan parakrin di atas akan mengakibatkan sel epitelial termasuk podosit mengalami dediferensiasi menjadi sel mesenkimal, dan meningkatnya permeabilitas pada lapisan tunggal podosit, hingga dapat dilalui albumin.
    Proteinuria lebih lanjut dikategorikan berdasarkan jenis protein yang terekskresi selain albumin, misalnya globulin, rantai ringan kappa atau lambda, atau protein Tamm Horsfall yang terbentuk dari nefron yang rusak. Sedangkan albuminuria persisten merupakan salah satu faktor dari sindrom metabolisme dan dapat menjadi petunjuk awal adanya peningkatan risiko penyakit renal dan kardiovaskular yang terkait dengan resistansi insulin dan disfungsi jaringan endotelial, akibat tidak normalnya atau terbaliknya fungsi filtrasi pada glomerulus.[2] Beberapa diagnosa yang dapat terjadi dari albuminuria antara lain:[10]
    • Penyakit renal primer
    • Penyakit renal yang terkait dengan kelainan metabolisme
    • Hemodinamik seperti congestive heart failure, constrictive pericarditis, renal vein thrombosis
    • Mieloma multipel (IgG, IgA, IgD, IgE, dan rantai ringan bebas)
    • Waldenström's macroglobulinuria (primarily IgM)
    • Mu heavy chain disease
    • Idiopathic monoclonal gammopathy
    • Limfoma
    Adanya busa yang berlebihan ketika buang air kecil dapat menjadi pertanda awal simtoma albuminuria, walaupun urin yang berbusa juga dapat disebabkan oleh hal yang lain seperti defisiensi tiamina, hipertensi portal, kekurangan hepatoselular, tirotoksikosis, anemia dan penggunaan obat-obatan anti-peradangan berjenis non-steroid yang umumnya menyebabkan reabsorpsi garam darah.

    https://id.wikipedia.org/wiki/Albuminuria