About

Hell Yeah Pointer 6

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2019

Kanker Paru Paru

Apa itu kanker paru?

Kanker paru adalah kondisi ketika sel-sel jaringan di paru-paru tumbuh dengan luar biasa cepat, menyebabkan tumor terbentuk. Paru-paru Anda membantu Anda bernapas dan memberikan oksigen ke seluruh tubuh Anda. Menurut WHO, kanker paru-paru adalah penyebab paling umum kematian akibat kanker. Kanker paru-paru menyebabkan ketidakmampuan tubuh dalam berfungsi, menyebabkan kualitas hidup yang buruk.
Ada beberapa jenis kanker paru-paru, tetapi jenis yang paling umum dinamai berdasarkan ukuran sel dalam tumor kanker.
  • Kanker paru sel kecil: Kondisi ini berarti bahwa sel-sel kanker terlihat kecil di bawah mikroskop. Kondisi ini sangat jarang terjadi, sekitar 1 dari 8 orang dengan kanker paru-paru memiliki kanker sel kecil. Jenis kanker paru-paru ini dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat.
  • Kanker paru non-sel kecil: Kondisi ini berarti sel-sel kanker lebih besar daripada  kanker paru-paru sel kecil. Lebih banyak orang memiliki jenis kanker paru-paru ini (sekitar 7 dari 8). Kondisi ini tidak berkembang secepat kanker paru-paru sel kecil, sehingga pengobatan untuk jenis kanker ini berbeda.
Jenis yang kurang umum lain dari kanker paru non-sel kecil adalah: pleomorfik, tumor karsinoid, karsinoma kelenjar ludah, dan karsinoma tak terklasifikasi.

Seberapa umumkah kanker paru?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker paru adalah salah satu penyebab utama kematian yang menyebabkan 1,59 juta kematian pada tahun 2012. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat selama dekade berikutnya. Jika dokter Anda hanya mengatakan kepada Anda bahwa Anda memiliki kanker paru-paru, Anda harus mengetahui dasar-dasar penting sebelum kewalahan dengan perubahan emosional dan fisik. Kanker paru-paru ini dapat mempengaruhi pasien pada usia berapa pun. Kondisi ini dapat dikelola dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker paru?

Sebagian besar gejala kanker paru terjadi di paru-paru, namun Anda juga mungkin mengalami gejala lain pada tubuh Anda. Hal ini karena kanker telah menyebar (dalam istilah medis disebut metastasis) ke bagian tubuh lainnya. Tingkat keparahan gejala juga berbeda. Beberapa bahkan mungkin tidak merasakan gejala atau hanya merasa lelah pada umumnya. Beberapa gejala yang harus Anda ketahui adalah:
    • Ketidaknyamanan atau nyeri pada dada
    • Batuk yang tidak hilang atau semakin memburuk dari waktu ke waktu
    • Masalah pernapasan
    • Mengi
    • Darah dalam dahak (lendir batuk dari paru-paru)
    • Suara serak
    • Masalah dalam menelan
    • Kehilangan selera makan
    • Kehilangan berat badan tanpa alasan yang diketahui
    • Merasa sangat lelah
    • Peradangan atau sumbatan di paru-paru
    • Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening dalam dada di daerah paru-paru.
Kanker paru-paru adalah kondisi yang serius yang dapat menyebabkan komplikasi fatal. Kanker paru-paru bisa menyebabkan komplikasi, seperti:
    • Sesak napas
    • Batuk darah
    • Nyeri yang dapat disebabkan oleh kanker paru-paru tingkat lanjut
    • Cairan di dada (efusi pleura)
    • Kanker yang menyebar ke bagian lain dari tubuh (metastasis)
Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda. Tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu  konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kanker paru?

Kanker paru dapat berkembang karena racun yang masuk ke dalam paru-paru secara sengaja atau tidak. Penyebab paling umum adalah merokok, penggunaan pipa cangklong, atau cerutu. Risiko kanker paru akibat merokok akan terus meningkat selama orang itu masih merokok. Untungnya, risiko dapat diturunkan jika mereka berhenti merokok.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker paru?

Kanker paru bisa terjadi kepada siapa pun, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Faktor risiko untuk kanker paru-paru termasuk:
    • Pernah merokok atau sedang merokok
    • Perokok pasif
    • Memiliki anggota keluarga dengan kanker paru-paru
    • Melakukan terapi radio untuk kondisi lain yang dapat mempengaruhi daerah dada
    • Kontak dengan racun seperti asbes, kromium, nikel, arsenik, jelaga, atau tar di tempat kerja
    • Terkena paparan radon di rumah atau tempat kerja
    • Hidup di lingkungan yang tercemar
    • Memiliki sistem kekebalan tubuh dari genetik yang lemah atau akibat human immunodeficiency virus (HIV)
    • Menggunakan suplemen beta karoten dan menjadi perokok berat

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker paru?

Kanker paru-paru diobati dengan beberapa cara, tergantung pada jenis kanker paru-paru dan seberapa jauh kanker telah menyebar. Orang-orang dengan kanker paru non-sel kecil dapat diobati dengan pembedahan, kemoterapi, terapi radiasi, terapi target, atau kombinasi dari perawatan ini. Orang-orang dengan kanker paru-paru sel kecil biasanya diobati dengan terapi radiasi dan kemoterapi.
    • Operasi. Dokter mengangkat jaringan kanker melalui prosedur operasi.
    • Kemoterapi. Menggunakan obat-obatan khusus untuk mengecilkan atau membunuh kanker. Obat-obatan bisa berupa pil yang dapat Anda minum atau obat-obatan yang diberikan dalam pembuluh darah Anda, atau kadang-kadang keduanya.
    • Terapi radiasi. Menggunakan sinar berenergi tinggi (mirip dengan sinar-X) untuk membunuh kanker.
    • Terapi target. Menggunakan obat untuk memblokir pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Obat-obatan bisa berupa pil atau obat-obatan yang diberikan dalam pembuluh darah Anda.
Pengobatan yang tepat untuk Anda tergantung terutama pada jenis dan stadium kanker paru-paru. Anda mungkin menerima lebih dari satu jenis pengobatan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kanker paru?

Untuk mengetahui apakah nda mengidap kanker paru, dokter akan mengevaluasi gejala Anda dan melakukan pemeriksaan fisik, seperti mendengarkan pernapasan Anda, untuk melihat apakah mungkin ada tumor di dada Anda. Kemudian mereka akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda, jika Anda merokok atau jika keluarga Anda ada yang merokok. Mereka mungkin juga bertanya tentang lingkungan kerja Anda untuk melihat apakah Anda terpapar asap rokok atau racun lain yang dapat membahayakan paru-paru Anda.
Untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter akan meminta beberapa tes. Tes mungkin hanya berupa tes pencitraan (spiral CT scan, PET scan) untuk melihat paru-paru, atau tes laboratorium yang disebut sitologi dahak untuk mengidentifikasi tumor. Tes pencitraan akan menunjukkan dengan foto apakah Anda memiliki tumor, sementara sitologi dahak akan memeriksa sampel lendir batuk dari paru-paru yang memiliki sel-sel kanker. Anda dapat meminta dokter untuk menjelaskan hasil tes ini kepada Anda jika Anda tidak tahu bagaimana membaca hasil tes.
Untuk hasil yang paling akurat, dokter mungkin meminta biopsi. Biopsi berarti dokter akan mengambil sampel kecil jaringan paru-paru untuk dilihat di bawah mikroskop apakah memiliki sel-sel kanker. Ada beberapa metode untuk memperoleh sampel:
    • Bronkoskopi. Menggunakan tabung tipis melalui mulut atau hidung ke paru-paru untuk mengambil sampel.
    • Aspirasi jarum. Memasukkan jarum kecil melalui kulit ke dada Anda untuk mengambil sampel sel kecil. Dokter Anda akan membuat Anda mati rasa pada daerah dada sebelumnya sehingga tidak menyebabkan sakit.
    • Thoracentesis. Juga menggunakan jarum, tapi bukan mengambil sel-sel dari paru-paru Anda, dokter akan mengambil cairan yang mengelilingi paru-paru untuk memeriksa apakah ada sel-sel kanker.
    • Torakotomi. Ini adalah operasi besar untuk mendiagnosis kanker paru-paru, sering hanya digunakan bila tidak ada metode diagnosis lain dan pengobatan yang bekerja.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker paru?

Berhenti merokok segera
Hal pertama yang harus Anda lakukan setelah mendapatkan diagnosis kanker paru-paru adalah menyingkirkan rokok. Berhenti merokok segera. Jika Anda memiliki kanker paru-paru karena Anda adalah perokok pasif, Anda harus berbicara dengan orang yang merokok dan memberi tahu mereka untuk berhenti demi Anda dan mereka juga. Jika Anda terkena racun dari pekerjaan, bicaralah dengan manajer atau atasan Anda tentang kondisi ini untuk membuat penyesuaian untuk diri sendiri, dan memastikan bahwa tidak ada orang lain yang sakit karena hal yang sama.
Mengelola nyeri
Mengelola nyeri adalah bagian paling penting dari manajemen kanker paru-paru. Anda mungkin akan diberi obat untuk mengatasi rasa sakit. Bila Anda menggunakan obat-obatan, Anda perlu menggunakannya sesegera mungkin saat nyeri muncul. Anda dapat meminta dokter Anda untuk terapi mengobati sakit kanker paru-paru dan metode perawatan diri untuk mengontrol rasa sakit. Anda harus ingat bahwa Anda bisa mengontrol rasa sakit atau bahkan membuatnya hilang.
Perawatan nyeri lainnya yang dapat membantu:
    • Teknik relaksasi
    • Biofeedback
    • Terapi fisik
    • Kompres hangat dan atau dingin
    • Olahraga dan pijat
Selain itu, dukungan dari keluarga, teman, dan support group dapat membantu mental Anda untuk mengatasi rasa sakit setelah pengobatan kanker.
Mengatasi sesak napas
Anda menggunakan paru-paru Anda untuk bernapas. Oleh karena itu, jelas bahwa Anda akan menghadapi kesulitan bernapas ketika Anda memiliki kanker paru-paru. Ada beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk mengelola sesak napas:
    • Teknik pernapasan. Teknik ini dirancang untuk membantu napas Anda dengan mudah dan digunakan untuk banyak orang yang memiliki sesak napas, tidak hanya dari kanker paru-paru. Teknik ini juga dapat menenangkan Anda dan membantu Anda santai.
    • Terapi oksigen. Menghirup oksigen murni dapat memastikan bahwa paru-paru Anda tidak perlu bekerja keras untuk memasok oksigen untuk darah. Dengan demikian, dapat menenangkan pernapasan Anda.
    • Mengelola cairan di sekitar paru-paru. Cairan di sekitar paru-paru mungkin menekan paru-paru dan membuat Anda sulit bernapas. Dalam kasus ini, cairan dialirkan keluar untuk membantu Anda bernapas lebih mudah.
Gaya hidup sehat
Tidak peduli berapa usia Anda atau jika Anda memiliki penyakit atau tidak, olahraga dan diet yang sehat akan selalu menjadi landasan untuk tubuh yang sehat. Cobalah untuk berolahraga sebanyak yang Anda bisa, tapi jangan berlebihan. Mempelajari cara untuk mengontrol pernapasan Anda selama olahraga merupakan hal yang penting bagi pasien dengan kanker paru-paru. 
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

https://hellosehat.com/penyakit/kanker-paru/

Asma

Apa itu asma?

Asma adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran pernapasan. Peradangan ini membuat saluran pernapasan bengkak dan sangat sensitif. Akibatnya, saluran pernapasan menyempit, menyebabkan kurangnya udara yang mengalir ke paru-paru. 
Sel di saluran pernapasan juga mungkin membuat lebih banyak lendir dari biasanya. Lendir ini selanjutnya dapat makin mempersempit saluran pernapasan.
Ada lima jenis umum dari asma, termasuk:
  • Exercise-induced asthma
  • Asma nocturnal (malam hari)
  • Occupational asthma
  • Cough-variant asthma
  • Asma alergi

Kenapa asma tidak boleh dianggap sepele?

Menurut WHO,
  • Asma adalah salah satu penyakit tidak menular yang paling utama. Ini adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan dari paru-paru yang meradang dan membuatnya menyempit.
  • Sekitar 235 juta orang saat ini menderita asma. Ini adalah penyakit umum di antara anak-anak.
  • Asma memiliki tingkat kematian yang relatif rendah dibandingkan dengan penyakit kronis lainnya tetapi kebanyakan kematian terkait asma terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah termasuk Indonesia.
  • Obat tidak bisa mengobati, tetapi hanya mengontrol asma.

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab asma?

Penyebab pasti dari penyakit asma belum diketahui. Para peneliti berpikir beberapa interaksi faktor genetik dan lingkungan bisa menyebabkan asma, paling sering terjadi pada awal kehidupan. Faktor-faktor ini meliputi:
  • Kecenderungan untuk mengembangkan alergi, yang disebut atopi (AT-o-pe)
  • Orangtua yang memiliki asma
  • Infeksi saluran pernapasan tertentu selama masa kanak-kanak (ISPA)
  • Kontak dengan beberapa alergen udara atau paparan ke beberapa infeksi virus pada masa bayi atau pada anak-anak usia dini ketika sistem kekebalan tubuh berkembang
Jika asma atau atopi terdapat dalam keluarga Anda, paparan iritan (misalnya, asap rokok) dapat membuat saluran pernapasan Anda lebih reaktif terhadap zat di udara. Serangan asma dapat terjadi ketika Anda terpapar “pemicu asma.” Pemicu Anda bisa berbeda dengan penderita asma lainnya. Pemicu mungkin termasuk:
  • Alergen dari debu, bulu binatang, kecoa, jamur, dan serbuk sari dari pohon, rumput, dan bunga
  • Iritan seperti asap rokok, polusi udara, bahan kimia atau debu di tempat kerja, senyawa dalam produk dekorasi rumah, dan semprotan (seperti hairspray)
  • Obat-obatan seperti aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid lain dan nonselektif beta-blocker
  • Sulfit dalam makanan dan minuman
  • Infeksi virus pernapasan bagian atas, seperti pilek
  • Aktivitas fisik, termasuk olahraga

Siapa yang berisiko terkena asma?

Menurut WHO, asma adalah penyakit umum di antara anak-anak. Sebenarnya asma mempengaruhi orang-orang dari segala usia, tetapi paling sering dimulai pada masa kanak-kanak karena:
  • Memiliki infeksi pernapasan (risiko tertinggi)
  • Memiliki alergi, eksim (kondisi alergi pada kulit)
  • Orangtua memiliki asma
Di antara anak-anak, anak laki-laki memiliki kecenderungan terkena asma lebih sering dibandingkan anak perempuan. Tapi di antara orang dewasa, wanita lebih sering terkena penyakit ini dibanding pria. Tidak jelas bagaimana seks dan hormon seks memainkan peran dalam menyebabkan asma.
Beberapa orang yang terkena kontak dengan iritasi kimia tertentu atau debu industri di tempat kerja memiliki risiko tinggi asma. Jenis asma ini disebut occupational asthma.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri dan gejala asma?

Ciri-ciri dan gejala asma adalah:
  • Batuk. Batuk asma sering lebih buruk pada malam hari atau pagi, sehingga sulit untuk tidur.
  • Mengi. Mengi adalah suara siulan yang melengking yang muncul ketika Anda bernapas.
  • Dada sesak. Ini mungkin terasa seperti ada sesuatu menekan dada Anda.
  • Sesak napas. Beberapa orang yang memiliki asma mengatakan mereka tidak bisa bernapas atau mereka merasa kehabisan napas. Anda mungkin merasa seperti Anda tidak bisa menghembuskan udara dari paru-paru Anda.
Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, tidak selalu berarti Anda menderita asma. Cara terbaik untuk mendiagnosis asma dengan pasti adalah menggunakan tes fungsi paru-paru, riwayat medis (termasuk jenis dan frekuensi gejala), dan pemeriksaan fisik.
Gejala berat bisa berakibat fatal sehingga penting untuk mengobati gejala ketika Anda pertama kali menyadarinya sehingga tidak menjadi parah.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis asma?

Dokter Anda akan mendiagnosis asma berdasarkan:
  • Riwayat medis dan keluarga. Dokter Anda mungkin bertanya tentang riwayat keluarga Anda terhadap asma dan alergi. Dia juga mungkin bertanya apakah Anda memiliki gejala asma dan kapan dan seberapa sering mereka terjadi. Biarkan dokter Anda tahu apakah gejala Anda tampaknya terjadi hanya selama waktu tertentu atau di tempat-tempat tertentu saja, atau jika gejala memburuk di malam hari. Dokter Anda mungkin juga bertanya tentang kondisi kesehatan terkait yang dapat mengganggu perawatan asma.
  • Pemeriksaan fisik. Dokter akan mendengarkan pernapasan Anda dan mencari tanda-tanda asma atau alergi.
  • Tes fungsi paru. Dokter Anda akan menggunakan tes yang disebut spirometri untuk memeriksa bagaimana paru-paru Anda bekerja. Tes ini mengukur berapa banyak udara yang dapat Anda hirup dan embuskan. Tes ini juga mengukur seberapa cepat Anda dapat meniup udara keluar.
Tes lain mungkin termasuk:
  • Tes alergi untuk mengetahui alergen yang mempengaruhi Anda, jika ada.
  • Tes untuk mengukur seberapa sensitif saluran pernapasan Anda. Ini disebut tes bronkus. Menggunakan spirometri, tes ini berulang kali mengukur fungsi paru-paru Anda selama aktivitas fisik atau setelah Anda menerima peningkatan dosis udara dingin atau kimia khusus untuk dihirup.
  • Sebuah tes untuk menunjukkan apakah Anda memiliki kondisi lain dengan gejala yang sama seperti asma, seperti penyakit refluks, disfungsi pita suara, atau apnea tidur.
  • Rontgen dada atau EKG (electrocardiogram). Tes ini akan membantu mengetahui apakah benda asing atau penyakit lainnya dapat menyebabkan gejala Anda.

Obat & Pengobatan

Apa obat asma yang sering digunakan?


Asma adalah penyakit yang tak bisa disembuhkan. Namun, berbagai cara mulai dari penggunaan obat hingga perubahan gaya hidup dapat membantu mengendalikan gejala asma dan mencegahnya kambuh.
Asma diobati dengan dua jenis obat-obatan: kontrol jangka panjang dan obat pereda instan:
  • Obat kontrol jangka panjang: Kebanyakan orang yang menderita asma harus minum obat kontrol jangka panjang setiap hari untuk membantu mencegah gejala. Obat-obatan jangka panjang adalah yang paling efektif mengurangi peradangan saluran napas, dan membantu mencegah gejala. Obat-obatan ini termasuk: kortikosteroid inhalasi, Cromolyn, Omalizumab (anti-IgE). Jika Anda memiliki asma yang parah, Anda mungkin harus menggunakan pil kortikosteroid atau cair untuk jangka pendek agar asma Anda tetap terkontrol.
  • Obat pereda instan: Semua orang yang memiliki asma memerlukan obat-obatan ini untuk membantu meringankan gejala asma yang mungkin kambuh. Inhalasi short-acting beta2-agonis (Albuterol, pirbuterol, levalbuterol atau bitolterol) adalah pilihan pertama untuk bantuan cepat. Obat-obatan lain adalah Ipratropium (antikolinergik), Prednisone, prednisolon (steroid oral). Anda harus menggunakan obat pereda cepat ketika Anda gejala asma baru mulai muncul. Jika Anda menggunakan obat ini lebih dari 2 hari seminggu, bicarakan dengan dokter Anda tentang kontrol asma Anda. Anda mungkin perlu untuk membuat perubahan rencana tindakan asma Anda.

Perawatan darurat

Kebanyakan orang yang memiliki asma, termasuk anak-anak, dapat dengan aman mengelola gejala mereka dengan mengikuti rencana tindakan asma mereka. Namun, Anda mungkin memerlukan perhatian medis pada waktu tertentu.
Hubungi dokter Anda untuk meminta saran jika:
  • Obat-obatan tidak menghilangkan serangan asma
  • Peak flow Anda kurang dari setengah dari angka peak flow terbaik Anda
Hubungi perawatan darurat jika:
  • Anda memiliki kesulitan berjalan dan berbicara karena kehabisan napas
  • Bibir atau kuku Anda kebiruan.

Komplikasi apa yang mungkin terjadi akibat asma?

Kontrol buruk asma dapat memiliki efek buruk pada kualitas hidup Anda. Kondisi ini dapat mengakibatkan:
  • Kelelahan
  • Tidak bisa beraktivitas secara optimal
  • Masalah psikologis termasuk stres, kecemasan dan depresi
Jika Anda merasa bahwa asma serius mempengaruhi kualitas hidup Anda, hubungi dokter Anda. Rencana tindakan asma Anda mungkin perlu ditinjau untuk lebih mengontrol kondisi.
Dalam kasus yang jarang terjadi, asma dapat menyebabkan sejumlah komplikasi pernapasan serius, termasuk:
  • Pneumonia (infeksi paru-paru)
  • Rusaknya paru-paru sebagian atau keseluruhan
  • Kegagalan pernapasan, di mana kadar oksigen dalam darah menjadi sangat rendah, atau kadar karbon dioksida menjadi sangat tinggi
  • Status asmatikus (serangan asma berat yang tidak merespon pengobatan)
Semua komplikasi ini mengancam nyawa dan membutuhkan perawatan medis.

Bagaimana saya bisa mengontrol asma saya?

Jika Anda memiliki asma, Anda akan membutuhkan perawatan jangka panjang. Keberhasilan pengobatan asma mengharuskan Anda mengambil peran aktif dalam perawatan dan mengikuti rencana tindakan asma Anda. Rencana tindakan ini akan membantu Anda mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan obat Anda. Rencana ini juga akan membantu Anda mengidentifikasi pemicu asma dan mengontrol penyakit Anda jika gejala asma memburuk.
Untuk mengontrol asma, bekerja samalah dengan dokter Anda untuk mengontrol asma Anda atau asma anak Anda. Anak-anak berusia 10 atau lebih tua dan anak-anak yang lebih muda bisa mengambil peran aktif dalam perawatan asma mereka. Mengambil peran aktif untuk mengontrol asma Anda bisa dilakukan dengan cara:
  • Bekerja sama dengan dokter Anda untuk mengobati kondisi lain yang dapat mengganggu perawatan asma
  • Menghindari hal-hal yang memperburuk kondisi asma Anda (pemicu asma). Namun, salah satu pemicu yang tidak perlu Anda hindari adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik adalah bagian penting dari gaya hidup sehat. Bicarakan dengan dokter Anda tentang obat-obatan yang dapat membantu Anda tetap aktif.
  • Bekerja sama dengan perawatan kesehatan lainnya untuk membuat dan mengikuti rencana tindakan asma
  • Pelajari cara menggunakan obat dengan benar
  • Mencatat gejala asma Anda sebagai cara untuk melacak seberapa baik asma Anda terkontrol
  • Anda juga harus melakukan vaksin flu setiap tahun
https://hellosehat.com/penyakit/asma/

Tuberculosis (TBC)

Apa itu TBC (tuberculosis)?

TBC atau tuberculosis adalah infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang dan merusak jaringan tubuh manusia. Bakteri tersebut dapat ditularkan melalui saluran udara. TBC biasanya menyerang paru-paru, namun bisa juga menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung, dan organ lainnya.
Jenis tuberkulosis yang diderita oleh pasien sering kali merupakan infeksi TBC laten, di mana terdapat bakteri TBC yang “tertidur” atau belum aktif secara klinis. Bakteri TBC akan aktif dan mulai menunjukkan gejala setelah periode waktu tertentu, beberapa minggu bahkan beberapa tahun, tergantung kondisi kesehatan dan daya tahan pasien.
Jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah (misalnya pada penderita HIV, kanker, atau pasien yang menjalani kemoterapi), maka TBC akan berkembang lebih cepat.

Seberapa umumkah TBC (tuberculosis)?

Tuberkulosis sering menyerang kelompok berikut ini:
  • Pengidap HIV, diabetes melitus (kencing manis), malnutrisi, atau penyakit lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
  • Orang yang melakukan kontak dengan pasien TBC
  • Orang yang merawat pasien TBC, misalnya dokter atau perawat
  • Orang yang tinggal atau bekerja satu tempat dengan pasien TBC, misalnya di tempat pengungsian atau klinik
  • Orang yang tinggal di wilayah yang kondisi kesehatannya buruk
  • Pengguna alkohol atau obat terlarang
  • Orang yang bepergian ke tempat di mana tuberculosis merupakan penyakit yang umum. Kebanyakan adalah daerah yang masih berkembang seperti di Amerika Latin, Afrika, Asia, Eropa Timur, dan Rusia

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri dan gejala TBC (tuberkulosis)?

Saat masa inkubasi TBC, penderita biasanya tidak menunjukkan gejala apapun dan penyakit belum menular. Ketika tuberkulosis sudah berkembang, gejala-gejala pun mulai terlihat.
Tergantung pada organ mana yang diserang, gejala TBC bisa berupa batuk yang berlangsung 2 minggu atau lebih, dahak atau batuk darah, sesak napas, demam atau meriang, berkeringat di malam hari tanpa ada aktivitas fisik, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, lelah dan lemah.
Gejala TBC seperti di atas bisa jadi disebabkan oleh penyakit lain yang berhubungan dengan paru-paru. Masih ada gejala-gejala lain yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala tertentu, segera konsultasikan pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera temui dokter jika Anda mengalami demam, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan berkeringat di malam hari. Terutama jika Anda mengalami batuk yang terus-menerus selama 2 minggu. Hal tersebut merupakan gejala penyakit TBC, tetapi juga bisa menjadi gejala dari penyakit lain. Dokter dapat melakukan tes untuk menentukan penyebab dari gejala yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab TBC (tuberculosis)?

TBC disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB) yang dapat menyebar melalui udara. Bakteri ini dapat terhirup jika terjadi kontak dengan penderita tuberculosis atau melalui udara yang sudah dicemari penyakit TBC melalui batuk.
Setelah memasuki tubuh, bakteri masih belum aktif melainkan akan “tidur” selama beberapa waktu. Periode ini disebut masa inkubasi. Karena bakteri tidak aktif, maka tidak akan ada gejala dan tidak pula menular. Jika pasien mengikuti tes bakteri MTB, hasilnya akan positif meskipun tidak ada tanda-tanda sama sekali. Risiko TBC dapat dikurangi secara signifikan jika terdeteksi dini dalam periode inkubasi.
Dari sepuluh orang yang terinfeksi bakteri MTB, hanya satu orang yang biasanya akan berkembang menjadi terjangkit penyakit TBC. Bakteri akan menyerang tubuh ketika sistem kekebalan tidak mampu melawannya, atau bakteri tersebut menunggu hingga sistem kekebalan melemah (misalnya pada orang lanjut usia, atau pada penderita HIV). Jadi, masa inkubasi akan berbeda pada setiap orang. Ketika bakteri mulai aktif, bakteri akan berkembang di dalam paru-paru dan pembuluh darah, lalu bermigrasi ke bagian tubuh lain.

Faktor-faktor risiko

Siapa saja yang berisiko terkena TBC (tuberculosis)?

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko Anda terkena TBC. Faktor paling besar adalah apabila sistem kekebalan tubuh melemah, di antaranya akibat:
  • HIV/AIDS
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal stadium akhir
  • Kanker
  • Malnutrisi
  • Pengobatan kanker, seperti kemoterapi
  • Konsumsi obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, penyakit Crohn, dan psoriasis.
Jika seseorang tidak memiliki faktor risiko seperti di atas, bukan berarti ia tidak akan terkena TBC. Tanda-tanda di atas hanyalah referensi semata. Konsultasikan pada dokter spesialis untuk keterangan lebih lengkap.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja obat TBC (tuberculosis) yang biasa digunakan?

TBC dapat diobati dengan cukup mudah. Biasanya, pasien diharuskan mengonsumsi obat-obatan selama enam bulan atau lebih.
Pengobatan TBC yang tepat akan melibatkan 3-4 antibiotik harian. Pasien akan merasa lebih baik setelah beberapa minggu. Namun, ini bukan berarti bakteri MTB sudah hilang dari tubuh. Karenanya, penting bagi pasien untuk menyelesaikan tahapan pengobatan sekalipun gejala-gejala TBC sudah hilang.
Jika pengobatan tidak diselesaikan dengan tuntas atau berhenti di tengah-tengah, bakteri MTB dapat tersisa di tubuh pasien. Penyakit TBC dapat kembali, menyebar ke bagian tubuh lain dan menular. Pemakaian antibiotik yang tidak tuntas dapat membuat bakteri MTB kebal terhadap antibiotik yang tersedia. Hal ini akan mempersulit pengobatan tuberkulosis karena antibiotik yang tersedia untuk mengobati TB terbatas macamnya.
Jalani pengobatan sesuai anjuran dokter untuk menghindari bakteri MTB menjadi kebal. Penghentian konsumsi obat hanya berdasarkan anjuran dokter.
Obat-obat antibiotik yang diberikan oleh dokter dapat memberikan efek samping seperti kencing berwarna merah (bukan darah), telinga berdenging, kesemutan pada kulit, mual muntah, dan kulit kuning. Kencing berwarna merah bukanlah sesuatu yang berbahaya. Namun bila efek samping lainnya muncul, segera temui dokter Anda untuk menanganinya.
Orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien TB juga berisiko untuk terinfeksi TB. Maka dari itu, keluarga pasien ataupun orang yang melakukan kontak dengannya harus segera diperiksa.
https://hellosehat.com/penyakit/tbc-tuberculosis/

Pneumonia

Apa itu pneumonia viral?

Pneumonia adalah infeksi paru-paru. Untuk penyakit pneumonia virus, infeksi disebabkan oleh virus, terutama virus influenza karena virus ini dapat melemahkan pertahanan paru-paru.

Seberapa umumkah pneumonia viral?

Orang dari segala usia dapat terserang penyakit ini. Perokok, orang tua, dan mereka yang mengidap penyakit paru-paru kronis paling berisiko terserang pneumonia. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena kemoterapi secara khusus berisiko terjangkit pneumonia sitomegalovirus.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala pneumonia viral?

Gejala meliputi demam, menggigil, batuk, sesak napas, nyeri dada, nyeri otot, kelelahan, dan kurang nafsu makan. Pilek, iritasi mata, sakit tenggorokan, dan gangguan pada saluran pernapasan luar (seperti ruam) juga bisa terjadi.
Kemungkinan terdapat tanda-tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran tertentu mengenai gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Temui dokter Anda jika Anda kesulitan bernapas, nyeri dada, demam (39°C atau lebih tinggi) dan batuk terus-menerus, terutama batuk berdahak.

Penyebab

Apa penyebab pneumonia viral?

Penyebab utama ialah virus influenza, virus respiratory syncytial, adenovirus, virus parainfluenza, dan virus varicella. Virus juga dapat berpindah langsung ke hidung, mulut, atau mata melalui tangan yang menyentuh sesuatu yang terkontaminasi virus.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk pneumonia viral?

Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko terkena pneumonia viral, antara lain:
  • Anda menderita penyakit kronis
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah atau menurun
  • Merokok
  • Dirawat di rumah sakit
Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko di atas, bukan berarti Anda tidak bisa terkena pneumonia viral. Faktor-faktor tersebut hanya sebagai referensi saja. Anda harus berdiskusi dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk pneumonia viral?

Anda bisa mendapatkan obat antivirus, tergantung pada jenis virus dan seberapa parah gejala yang timbul. Pneumonia viral pada orang sehat akan hilang dalam 1 sampai 2 minggu, tapi batuk dan rasa lemas bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Pneumonia viral bisa menjadi ancaman serius dan menyebabkan kematian pada orang yang memiliki penyakit medis lainnya.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk pneumonia viral?

Agak sulit untuk menentukan apakah penyebabnya memang virus dan virus jenis apa yang menyebabkan pneumonia. Banyak infeksi virus yang menunjukkan gejala serupa dan hanya terdapat beberapa tes diagnostik. Dokter biasanya mendiagnosis pneumonia dengan menggunakan pemeriksaan dada, penggunaan sinar-X, dan tes darah serta sekresi pernapasan. Tes darah dan dahak dilakukan untuk memastikan tidak adanya infeksi bakteri.

https://hellosehat.com/penyakit/pneumonia-viral/

Faringitis

Faringitis adalah inflamasi atau peradangan pada faring, yakni salah satu organ di dalam tenggorokan yang menghubungkan rongga belakang hidung dengan bagian belakang mulut. Dalam kondisi ini, tenggorokan akan terasa gatal dan sulit menelan.
Sebagian besar kasus faringitis disebabkan oleh virus, dan beberapa kasus lainnya disebabkan oleh bakteri, seperti bakteri grup A streptococcus. Faringitis karena virus atau bakteri ini dapat menular pada orang lain. Penyebaran tersebut bisa terjadi melalui udara (misalnya menghirup butiran air ludah atau sekresi hidung yang dikeluarkan oleh penderita) atau melalui benda-benda yang sudah terkontaminasi oleh virus dan bakteri.
Faringitis
Faringitis karena virus lebih rentan menular jika seseorang bersama penderita faringitis dalam satu ruangan dengan ventilasi yang buruk. Sedangkan faringitis karena bakteri dapat menyebar dengan cepat di lingkungan tempat tinggal atau tempat kerja pada musim pancaroba.
Penyakit faringistis umumnya dapat pulih dalam waktu 3 hingga 7 hari. Penanganan dapat dilakukan melalui pengobatan mandiri di rumah atau pemberian obat dari dokter.

Gejala Faringitis

Beberapa gejala yang dapat muncul saat seseorang menderita faringitis adalah:
  • Nyeri otot.
  • Tenggorokan bengkak.
  • Batuk.
  • Badan terasa lelah.
  • Demam.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Susah menelan.
  • Selera makan berkurang.
  • Bersin.
  • Pilek.

Penyebab Faringitis

Faringitis atau radang tenggorokan dapat disebabkan oleh beberapa hal. Dua di antaranya adalah virus dan bakteri. Beberapa jenis virus yang memicu faringtis adalah virus gondongan (mumps), virus Epstein-Barr (monocleosis), virus parainfluenza, serta virus herpangina. Sedangkan jenis bakteri yang dapat menyebabkan faringitis adalah bakteri grup A beta-hemolytic streptococcus. Bakteri ini biasanya memicu sakit tenggorokan (strep throat). Bakteri lainnya adalah bakteri penyebab infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia.
Selain itu, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita faringitis, di antaranya adalah:
  • Sering menderita flu atau pilek.
  • Sering mengalami infeksi sinus.
  • Menderita alergi.
  • Sering terpapar asap rokok dalam tempat tertutup (perokok pasif).

Diagnosis Faringitis

Dokter dapat mencurigai seorang pasien menderita faringitis berdasarkan gejala-gejala yang dirasakannya dengan didukung oleh hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan melihat apakah terjadi pembengkakan atau kemerahan pada tenggorokan pasien. Selain itu, dokter juga akan memeriksa kondisi telinga dan hidung, serta sisi samping leher untuk melihat adanya pembesaran kelenjar.
Untuk mengetahui penyebab faringitis, dokter perlu melakukan pemeriksaan lanjutan. Salah satunya adalah kultur bakteri dari sampel sekresi tenggorokan pasien untuk menguji keberadaan bakteri Streptococcus. Pengambilan sampel ini dilakukan dengan teknis swab atau usap.
Selain tes tersebut, pemeriksaan darah (termasuk penghitungan darah lengkap) juga bisa dilakukan untuk menentukan penyebab faringitis. Jika penyebab belum diketahui, dokter dapat melakukan pemindaian dengan CT scan untuk melihat gambaran kondisi tenggorokan dan leher secara lebih detail.

Pengobatan Faringitis

Pengobatan faringitis dilakukan berdasarkan penyebabnya. Jika kondisi ini disebabkan oleh virus, maka penanganan mandiri dapat dilakukan di rumah guna memulihkan kondisi hingga sistem imunitas tubuh menaklukan infeksi tersebut. Misalnya dengan:
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual secara bebas, misalnya paracetamol dan ibuprofen, untuk meredakan sakit tenggorokan.
  • Banyak beristirahat.
  • Minum banyak cairan agar tidak mengalami dehidrasi.
  • Menggunakan pelembab udara di dalam ruangan.
  • Mengonsumsi kaldu hangat atau minuman dingin.
  • Berkumur dengan air garam yang hangat.
  • Mengonsumsi permen pelega tenggorokan (throat lozenges) untuk meredakan nyeri tenggorokan.
Jika penyebab faringitis adalah infeksi bakteri, dokter akan meresepkan obat antibiotik  seperti penicillin, amoxicillin, erythromycin, atau azithromycin, yang bisa memusnahkan bakteri. Durasi penggunaan antibiotik yang disarankan dalam kasus ini biasanya adalah 10 hari. Pasien perlu menghabiskan obat antibiotik agar infeksi tidak berulang dan mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah.
Faringitis umumnya dapat pulih dalam waktu 3 hingga 7 hari. Meskipun begitu waspadalah apabila gejala tidak menunjukkan tanda-tanda pulih dalam waktu seminggu, terjadi demam yang mencapai suhu lebih dari 38 derajat Celsius selama beberapa hari dan tidak mereda meskipun sudah mengonsumsi obat, sakit tenggorokan tidak kunjung sembuh meski sudah mengonsumsi obat pereda nyeri, penderita memiliki sistem kekebalan tubuh lemah akibat penyakit atau penggunaan obat, sulit menelan hingga tidak bisa makan atau minum, sulit bernapas melalui mulut, mengeluarkan suara yang mengganggu ketika bernapas, atau mengeluarkan air liur secara terus menerus. Konsultasi kepada dokter sangat dibutuhkan karena dikhawatirkan itu merupakan gejala-gejala dari kondisi lainnya yang lebih parah.

Komplikasi Faringitis

Komplikasi yang dapat ditimbulkan dari penyakit faringitis adalah:
  • Demam reumatik yang dapat mengganggu katup jantung.
  • Gangguan ginjal atau glomerulonephritis.
  • Abses pada tonsil atau jaringan lain pada tenggorokan.

Pencegahan Faringitis

Beberapa upaya yang dapat kita dilakukan untuk mencegah faringitis adalah:
  • Sering mencuci tangan, terutama sebelum makan atau setelah batuk dan bersin.
  • Menggunakan pembersih berbahan alkohol jika air dan sabun tidak ada.
  • Tidak berbagi pakai peralatan makan, minum atau mandi dengan penderita faringitis.
  • Mengindari kontak dengan penderita faringitis.
  • Menghindari paparan asap rokok dengan tidak merokok dan menghindari orang yang sedang
https://www.alodokter.com/faringitis

Tosilitis

Apa itu amandel (tonsilitis)?

Tonsilitis atau sering disebut radang amandel adalah pembengkakan dan peradangan pada amandel, yang biasanya disebabkan oleh infeksi.

Seberapa umumkah amandel (tonsilitis)?

Kondisi ini umum terjadi pada jutaan individu setiap tahunnya. Walau menimbulkan rasa yang tidak nyaman, tonsilitis jarang merupakan penyakit yang serius. Radang amandel dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, namun paling banyak ditemui pada anak-anak kecil hingga remaja. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala amandel (tonsilitis)?

Gejala umum dari tonsilitis adalah:
  • Radang tenggorokan
  • Kesulitan atau sakit saat menelan
  • Suara yang serak
  • Batuk
  • Napas bau
  • Kehilangan napsu makan
  • Sakit kepala
  • Leher kaku
  • Nyeri pada rahang dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  • Amandel yang tampak berwarna merah dan bengkak
  • Amandel yang memiliki bercak putih atau kuning
  • Kesulitan membuka mulut
  • Kelelahan.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Demam di atas 39.5°C
  • Kelemahan otot
  • Leher kaku
  • Sakit atau kesulitan saat menelan
  • Tidak dapat membuka mulut
  • Kesulitan bernapas
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab amandel (tonsilitis)?

Infeksi bakteri seperti streptococcus adalah salah satu penyebab utama radang amandel. Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), diperkirakan 15-30% kasus tonsilitis disebabkan oleh bakteri.
Infeksi virus seperti Epstein-Barr, herpes, influenza, dan enterovirus juga merupakan penyebab paling umum dari tonsilitis.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk amandel (tonsilitis)?

Faktor-faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap radang amandel meliputi:
  • Usia yang muda: tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri paling umum terjadi pada anak-anak berusia 5-15 tahun.
  • Paparan terhadap kuman: anak-anak usia sekolah sering memiliki kontak yang dekat dengan teman-teman, mengekspos mereka dengan berbagai virus dan bakteri.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis amandel (tonsilitis)?

Untuk menentukan penyebab, dokter dapat melakukan rapid strep test atau throat swab culture dengan menyeka dengan lembut bagian belakang tenggorokan Anda. Tes darah juga dapat digunakan untuk bukti pendukung.

Bagaimana cara mengobati amandel (tonsilitis)?

Kasus tonsilitis yang ringan tidak memerlukan pertolongan medis. Namun, jika kasus yang terjadi parah, Anda perlu melakukan perawatan berikut:

  • Antibiotik: Diberikan apabila infeksi bakteri merupakan penyebab tonsilitis. Gejala akan membaik dalam beberapa hari penggunaan antibiotik. Penting untuk menghabiskan dosis untuk mencegah kambuhnya kondisi atau resistensi antibiotik.

  • Operasi: Operasi amandel dilakukan untuk mengangkat amandel yang terinfeksi apabila kondisi Anda kronis, berulang, dan tidak merespon terhadap perawatan serta menyebabkan komplikasi.
https://hellosehat.com/penyakit/amandel-tonsilitis/

Influenza

Apa itu flu (influenza)?

Influenza atau flu adalah infeksi virus pada saluran pernapasan. Flu adalah kondisi yang datang secara tiba-tiba, biasanya berlangsung selama 7 sampai 10 hari. Flu bisa hilang begitu saja dan ada yang diobati menggunakan obat obatan alami atau obat resep. Kebanyakan kasus flu umumnya bisa sembuh sepenuhnya.
Namun bagi orang tua, balita, dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah, gejala flu bisa terasa lebih parah dan bahkan mengakibatkan kematian akibat komplikasinya. Tipe lain dari flu adalah flu babi (HIN1), flu burung (H5N1, H7N9), dan lain-lain.
Setiap tahun terdapat 10% hingga 15% kasus influenza, memengaruhi 250.000 – 500.000 orang. Jenis baru dari influenza A/H1N1 menyebabkan wabah pada Juni 2009. 
Seberapa umumkah influenza?
Flu adalah kondisi yang sangat umum dan bisa memengaruhi pasien dari segala usia. Influenza bisa dihindari dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan mendiskusikan dengan dokter Anda untuk info lebih lanjut. Orang dewasa biasanya terjangkit influenza 2-3 sekali per tahun sedangkan anak-anak bisa mencapai 6-7 kali per tahun. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala flu (influenza)?

Gejala influenza umumnya datang secara tiba-tiba. Tanda dan gejalanya biasanya mulai dari 24 sampai 48 jam setelah terpapar virus flu. Gejala dan demam terburuk biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari. Tanda dan gejalanya seperti
  • Demam tinggi (di atas 38ยบC)
  • Panas dingin, nyeri otot.
  • Merasa sangat lemah atau lelah.
  • Sakit kepala.
  • Mata terasa sakit.
  • Batuk dan bersin.
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung meler.
  • Sakit perut (terlebih pada anak-anak dibandingkan orang dewasa).
  • Batuk dan merasa sangat lemah dan lelah bisa bertahan hingga 6 minggu.
Mungkin ada beberapa tanda dan gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran mengenai gejala influenza, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.
Kapan saya harus ke dokter?
Kebanyakan orang yang terkena flu dapat mengobati dirinya sendiri di rumah dan biasanya tidak perlu ke dokter.
Jika Anda menunjukkan gejala flu dan berisiko komplikasi, pergilah ke dokter segera. Mengonsumsi obat antivirus dalam 48 jam pertama setelah munculnya gejala utama dapat mengurangi lamanya Anda mengidap penyakit dan membantu mencegah masalah yang lebih serius.

Penyebab

Apa penyebab flu (influenza)?

Influenza atau flu adalah kondisi yang disebabkan oleh virus yang bisa dikaterogikan. Anda jenis flu dari  jenis A, B atau C. Jenis A adalah yang paling umum.
Orang yang terkena virus penyebab influenza akibat menghirup udara yang sudah tercemar virus dari orang lain yang terinfeksi (misalnya melalui batuk atau bersin), atau dari menyentuh sesuatu yang sudah disentuh orang yang terinfeksi.
Influenza bisa menyebar melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau jika Anda memakan daging hewan tersebut.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk flu (influenza)?

Ada beberapa faktor risiko untuk influenza, misalnya:
  • Usia. Influenza musiman cenderung menyerang balita dan orang tua.
  • Kondisi tempat tinggal. Orang yang tinggal di fasilitas bersama dengan banyak penghuni, seperti panti jompo atau asrama tentara, lebih sering terkena influenza.
  • Sistem kekebalan tubuh lemah. Pengobatan kanker, obat anti penolakan, kortikosteroid, dan HIV/AIDS bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini bisa membuat Anda lebih mudah tertular influenza dan bisa juga meningkatkan risiko Anda terkena komplikasi.
  • Penyakit kronis. Kondisi kronis, seperti asma, diabetes, atau jantung, bisa meningkatkan risiko Anda terjangkit komplikasi akibat influenza.
  • Hamil. Wanita hamil lebih mungkin untuk terjangkit komplikasi influenza, terutama dalam trimester kedua dan ketiga.
  • Kegemukan. Orang dengan Indeks Massa Tubuh sebesar 40 atau lebih memiliki peningkatan risiko komplikasi dari flu.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk flu (influenza)?

Flu adalah kondisi yang bisa diatasi. Pengobatan yang paling baik adalah istirahat.
Untuk mengatasi gejala lainnya yang membuat tidak nyaman, Anda bisa minum obat pereda nyeri NSAID seperti paracetamol dan ibuprofen, hingga obat batuk pilek, atau dekongestan. Jangan memberikan aspirin kepada anak-anak berusia kurang dari 16 tahun karena akan sangat meningkatkan risiko terkena Reye’s Syndrome.
Menghirup uap hangat dapat melegakan hidung yang tersumbat dan membantu mengencerkan sekret hidung (ingus). Tuangkan air panas ke dalam baskom lalu hirup uap hangat yang dihasilkan oleh air panas tersebut. Minyak esensial yang beraroma dapat ditambahkan. Anda dapat menggunakan selimut untuk membuat ruang tertutup bagi kepala Anda dan baskom agar uap air dapat terfokus ke hidung Anda. Tundukkan kepala Anda agar dapat mengarahkan uap air dengan lebih baik. Perbanyak minum air putih untuk mengencerkan ingus.
Influenza tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik.
https://hellosehat.com/penyakit/flu-adalah-influenza/